Tidak main main. Acara di mulai pukul 6 pagi tepat.
Semua peserta di kumpulkan dan di berangkatkan jalan kaki.
untungnya sih aku udah pernah , jadi kegiatan ini semacam pelantikan untuk menjadi anggota gitu.
Kala itu memang aku bertugas menunggu di dekat shelter trans jogjes di dekat benteng vredebrug.
ya di jadwa memang jam 9 pagi harus ontime disana alhasil aku pun sudah disana jam sembilan.
duduk di sebrang shelter tepat sudah di depanku pemandangan benteng yang sudah tua usianya.
mulailah kubuka buka tas yang ku bawa, ngga taunya disitu terbawa bukanya Salim A Fillah yang judulnya Dalam Dekapan Ukhuwah. Sebenernya pagi itu masih enggan membacanya sih, tapi tiba tiba ada pemberitahuan bahwa peserta akan sampai di posisiku sekitar pukul sepuluh.
satu jam diri ini akan menunggu..
Dan ini lah satu jam berharga itu..
kumulai dari duduk di sebelah seorang penjual cobek (bener ga? kalo di jawa ya ulek ulek :D)
sedikit berbincang memang. kebetulan bapak paruh baya ini sudah lama menjual cobek ini darinya aku mendapat kan pelajaran yang ama berharga. Keyakinan! di trotoar dekat benteng itu berjajar penjual barang abrang lain dari mulai sandang sampai makanan ada. tapi bapak tadi yakin kalau rezeki itu ada yang ngatus jadi santai aja. :)
Setelah itu aku mulai berpindah duduk di tempat duduk pinggir jalan yang di sediakan , masih duduk sambil pegang hape sih, (kebiasaan buruk) wkwkwk.. ga ada sms/kepntingan lalu kumasukkan lagi dalam saku. kali ini seorang ibu menghampiriku sambil menawarkan pisang goreng pas banget karna tadi belum sarapan jadilah aku beli pisang goreng ibu tadi, sambil nanya " bu, kalau jualan gini tadi ibu berangkat dari rumah jam berapa? " lalu dengan pelan ibu yang kutaksir umurnya hampir 70 an itu menjawab " dari pagi mas, kalau lebih pagi bisa lebih untung". aku berkesimpulan soalnya banyak pengunjung deretan jl malioboro ( sejalan dgn benteng) pada pagi hari. Nah satu lagi pelajaran betapa pentingnya waktu.
"Maka sekali kali kita harus keluar untuk berjalan jalan mengamati kondisi yang ada di lingkungan kita agar kita mengerti dan memahami , bukan hanya mengkritik tanpa ada solusi"
Setelah itu aku masih duduk disitu menikmati pisang goreng yang tadi terbeli, lalu setelahnya terasa boring banget duduk dan akirnya aku berpindah ke tempat duduk liainnya. karna ingat tadi bawa buku ya ngga sengaja baca. eh pas baca ternyata momennya pas. disitu sub babnya kalau ga salah "percayalah yang terbaik" dan memang keren isinya. kisah seorang pemuda yang telah membunuh 99 orang ditambah satu rahib. dan pada akhirnya iya menemukan seorang alim ilmu yang menyuruhnya berhijrah, saat berhijrah meninggal. dan ia di hitung bertaubat karna sejengkal lebih deat ke tempat ia akan berhijrah. So far cerita ini mulai menyiratkan kepada kita betapa kuatnya Niat .
dan mungkin sampai sini dulu cerita minggu pagi di vredebrug~
dan mungkin sampai sini dulu cerita minggu pagi di vredebrug~
!doctype>

No comments:
Post a Comment