Dalam naungan rindu, hati serasa berkata seakan kalimat kalimat memudar tak jadi satu. Menjadi ribuan sesak yang kini tersimpan pada ruang yang engkaupun mungkin tak tau. Menjadi sebuah anugrah terdalam yang pernah tersimpan.
Dalam naungan rindu, kata serasa berubah menjadi butiran huruf. Ia kacau tak berarah mencari makna sendiri . Seperti air yang membawa daun kemana ia mengalir. Cukupkan dalam genangan.
Sajak dalam beberapa bait itu terasa begitu dalam
hingga kini aku tak lagi mampu
menampung deras rindu yang terus menjadi.
entahlah..
Sudah saja aku tersabotase dengan ini..
Memang hal ini sekalipun tak menggangu.
Namun hal ini mengganjal seperti batu..
Sekian lama setelah saat itu, datanglah pelangi dengan berbagai warna.
Melihatnya menyejukkan jiwa menenangkan batin.
Tak ada sedikitpun maksud mengutarakan itu.
Mungkin ini akan lebih baik tersimpan dalam diamku.
!doctype>
No comments:
Post a Comment