Ketika udara sore rasanya mulai menyentuh tubuh..
Enggan diri ini berbicara apa yang sebenarnya dirasa..
Karna kian hari warna pelangi itu makin indah..
Saat ketiadaan hujan yang begitu basah..
Persahabatan tiada ujung..
Persahabatan tiada bertepi..
Namun ada yang masih tersembunyi..
Rasa yang mungkin hanya aku yang mengerti..
Ketika engkau lelah bercerita dengan dia..
Ketika engkau besenda gurau bersama dia...
Ketika engkau bergandengan dengan dia..
Apa itu cukup untuk membuatmu senang dihadapanku?
Tidakkah kau merasa ada satu hal yang membuatmu ragu...
Aku tidak mempermasalahkan itu..
Aku tidak ingin mengungkit kembali hal itu..
Namun apa daya..
Hati ini sudah terlalu lelah dirasa..
Apakah aku harus menghapus semua memori itu..
Sia sia...
Itulah mengapa kita tidak dianjurkan menyakiti hati seseorang...
Karena luka itu bisa saja hadir kembali...
Kini aku mengerti alasan apa yang engkau beri...
Ya.. Karna aku hanya daun kering yang jatuh dari pohon dihatimu..
Ya.. Karna aku hanya setetes air di samudra kasihmu...
Tapi ingatkah engkau kasihmu berbeda dengan kasihMu?
Sajak ini terus mengalir seiring berjalannya waktu..
Semakin aku selami semakin aku mengerti ...
Andai waktu terulang kembali~
Aku tak mau hanya berhenti sampai disini..
Mimpiku masih banyak yang harus di raih..
Mungkin kita bisa dipertemukan lagi..
Atau mungkin Dia mengirim seoranglain untuk mengarungi Samudera Dunia..
Muhammad Azzam M , Sajak Lama di tepi rindu 20 April 2013~
!doctype>
No comments:
Post a Comment