Tuesday, 30 September 2014

Dalam Syukur....

Semburat sinar mentari terus menghiasi langit pagi yang cerah di tempat aku berpijak. Serasa untaian tak bertepi.
Sebalut rindu yang terus mengurai dalam hati. Tak bisa di bendung dengan sejuta tawa atau hanya sekedar air mata.
Ketika hati ini mulai menjadi kalut. rintisan embun tak lekang membasahi daun. jiwa ini semakin gelisah dengan
ungkapanmu kemarin.


Tak pernah terbayang seuatu hanya seolah delusi belaka. membuat emosi semakin menjadi duri. Aku bertahan semampu
apa yang bisa aku lakukan, seutuhnnya adalah hakmu untuk apa kau sesali.

teringat kala langit engan membuka kelam mendungnnya dikala enkau katakan sesuatu yang amat menusuk jiwa yang
tak kenang apapun. Setelah semua yang terjadi aku merasa beruntung sekali, karena jika tidak begini mungkin sampai saat
ini aku masih dalam lembah yang curam.

Kata katanu begitu manis terselimuti awan nestapa. tak lama kau berpijak kaki mengandeng daun yang tak jauh.
sesalkah aku?
Tidak. betapa ruginnya aku sesal itu. tak ada lembayung sore berdaun kuning.
seuntai kata tak mampu tercurahkan apa daya menahan semua tingkah laku diluar batas nalarku.
Semakin hari tak ada sandiwara semacam itu.

Seorang muncul menangkan sesuatu yang harusnya aku tak tau itu,,
,mungkin sementara kamu disitu aku disini ditemani lentera daun yang tersusun rapi diatas lambaian bintang..
aku haru meredam sunyi bagai sepi haram tak sesuai indah pagi,,

tapi aku merasa terobati karna sebuah senyuman dalam tangisan...
senyum senyum yang terus mengiringi langkah ini ..
Trimakasih kamu yang disana..



Tak henti hentinya aku mengucap Syukur pada Allah
____

Kini sepenggal kata sangatlah berarti. Semoga kita sama sama dalam lindungan Allah
kalaupun kita dipertemukan lagi semoga dalam tempat yang lebih mulia..
dan waktu yang lebih indah..

No comments:

Post a Comment